BELANJA ONLINE TERPERCAYA, BOOKING HOTEL ONLINE TERBAIK, BELI BUKU ONLINE, SITUS BELANJA ONLINE BANYAK DISCONT, BOOKING HOTEL ONLINE TANPA KARTU KREDIT, HOTEL MURAH, TIKET PESAWAT ONLINE, PENYEDIA DOMAIN HOSTING BERGARANSI BERKWALITAS

Showing posts with label Beli buku online. Show all posts
Showing posts with label Beli buku online. Show all posts

Wednesday, 14 September 2016

Perawatan Dan Penyembuhan Luka Dengan Balutan Luka Modern

Perawatan Dan Penyembuhan Luka Dengan Balutan Luka Modern-Perawatan luka saat ini sedang memasuki era baru dimana sedang terjadi perubahan metode dalam perawatan luka, trend saat ini adalah merawat luka dengan tehnik lembab, dimana berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh 3 orang peneliti dunia sejak tahun 1940 – 1970 dan didapatkan kesimpulan bahwa tehnik perawatan luka dengan tehnik lembab mempunyai banyak kelebihan diantaranya adalah:  1. Laju epitelisasi pada luka yg ditutup oleh poly-etylen 2 kali lebih cepat sembuh disbanding dengan luka yg dibiarkan kering, 2. Merawatan luka lembab tidak meningkatkan infeksi (hanya 2,5%) dibandung dengan meteode perawatan kering (9%).  Berawal dari penelitian2 itulah hingga saat ini telah berkembang balutan luka yang mampu menjaga kelembaban luka atau yang biasa disebut balutan luka modern. Balutan modern adalah balutan luka yang diproses sedemikian rupa yang berfungsi menjaga kelembaban luka dan diharapkan ketika luka dalam kondisi lembab maka proses penyembuhan luka akan berjalan lebih baik.
Balutan modern sudah dikenal didunia sejak awal tahun 1990an namun baru berkembang pesat pada beberapa tahun belakangan ini di Indonesia. Di dunia sudah ada sekitar 3000an lebih jenis-jenis balutan modern dan senantiasa berkembang mengikuti perkembangan teknologi dalam perawatan luka.
Berikut akan diperkenalkan beberapa jenis balutan luka modern:

1.       Hidrokoloid
Hidrokoloid
Mengandung partikel hydroaktif yag terikat pada polimer hydrofobik. Kelebihan akan cairan pada luka akan diserp dan balutan akan berubah menjadi gel.balutan yang berfungsi menjaga kelembaban luka, mempunyai kemampuan menyerap cairan minimal, cocok untuk luka pada fase epitelisasi (warna dasar luka pink), dapat juga digunakan untuk mencegah terjadinya maserasi. Contoh produk: comfeel transparan.


2.       Alginate
Alginate
Balutan luka yang berbahan dasar dari rumput laut, mempunyai kemampuan menyerap cairan luka minimal-sedang, juga mempunyai kemampuan menghentikan pendarahan minimal, cocok untuk luka pada fase granulasi. Contoh produk: Cutimed Alginat, Curasorb.

3.       Hydrogel
Hydrogel
Balutan ini berbahan dasar gliserin, mempunyai kemampuan untuk melunakkan jaringan luka yang telah mati, cocok untuk luka dengan warna dasar hitam/kuning.

4.       Balutan Anti Bakterial
Balutan Anti Bakterial
Balutan ini mempunyai sifat antibacterial, sehingga mampu membunuh/menghilangkan  kuman2 yang ada pada luka, jenisnya puun bermacam-macam ada yg seperti jaring2 dan mempunyai sifat hydrofobik yang kuat sehingga mampu menarik kuman pad luka, contoh: sorbach, ada yg berbentuk serbuk contoh: iodosorb, ada yg berbentuk lembaran yg dicampur dengan alginate, contoh: seasorb, dll.

5.       Foam
Foam
Balutan ini adalah berbahan dasar polyurethane foam mempunyai kemampuan yg sangat besar dalam menyerap cairan luka, cocok untuk luka yang memiliki eksudat yang banyak.

6.       Silver Dressing
Silver Dressing
Balutan yang mengandung silver, mampu menghancurkan koloni kuman dgn baik. Cocok untuk luka yang terinfeksi. Contoh: Acticoat
Demikian adalah beberapa contoh dari sekian banyak balutan yang ada di dunia, yang bila digunakan dengan tepat akan mempercepat proses penyembuhan luka. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perawatan luka dengan metode balutan luka modern dapat di pelajari di BUKU kesehatan "Perawatan Luka Modern Pada Anak: Disertai dengan Berbagai Macam Studi Kasus Luka Pada Anak [Anik Maryunani]"
Perawatan Luka Modern Pada Anak: Disertai dengan Berbagai Macam Studi Kasus Luka Pada Anak
"Perawatan Luka Modern Pada Anak: Disertai dengan Berbagai Macam Studi Kasus Luka Pada Anak [Anik Maryunani]"

Buku ini bisa anda dapatkan di situs tempat beli buku online terlengkap terpercaya di Indonesia BELBUK.COM
Share:

Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC

PENGERTIAN Diagnosis Keperawatan

Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC-Diagnosis Keperawatan merupakan keputusan klinik tentang respon individu, keluarga dan masyarakat tentang masalah kesehatan aktual atau potensial, dimana berdasarkan pendidikan dan pengalamannya, perawat secara akontabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga, menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah status kesehatan klien (Carpenito, 2000; Gordon, 1976 & NANDA).

Diagnosis keperawatan ditetapkan berdasarkan analisis dan interpretasi data yang diperoleh dari pengkajian keperawatan klien. Diagnosis keperawatan memberikan gambaran tentang masalah atau status kesehatan klien yang nyata (aktual) dan kemungkinan akan terjadi, dimana pemecahannya dapat dilakukan dalam batas wewenang perawat.
Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC (Edisi 10)

Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC
KOMPONEN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

Rumusan diagnosis keperawatan mengandung tiga komponen utama, yaitu :

1.       Problem (P/masalah), merupakan gambaran keadaan klien dimana tindakan keperawatan dapat       diberikan. Masalah adalah kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya tidak terjadi.

Tujuan : menjelaskan status kesehatan klien atau masalah kesehatan klien secara jelas dan sesingkat mungkin. Diagnosis keperawatan disusun dengan menggunakan standart yang telah disepakati (NANDA, Doengoes, Carpenito, Gordon, dll), supaya :

Perawat dapat berkomunikasi dengan istilah yang dimengerti secara umum
Memfasilitasi dan mengakses diagnosa keperawatan
Sebagai metode untuk mengidentifikasi perbedaan masalah keperawatan dengan masalah medis
Meningkatkan kerjasama perawat dalam mendefinisikan diagnosis dari data pengkajian dan intervensi keperawatan, sehingga dapat meningkatkan mutu asuhan keperawatan.
2.      Etiologi (E/penyebab), keadaan ini menunjukkan penyebab keadaan atau masalah kesehatan yang memberikan arah terhadap terapi keperawatan. Penyebabnya meliputi : perilaku, lingkungan, interaksi antara perilaku dan lingkungan.

Unsur-unsur dalam identifikasi etiologi :

Patofisiologi penyakit : adalah semua proses penyakit, akut atau kronis yang dapat menyebabkan / mendukung masalah.
Situasional : personal dan lingkungan (kurang pengetahuan, isolasi sosial, dll)
Medikasi (berhubungan dengan program pengobatan/perawatan) : keterbatasan institusi atau rumah sakit, sehingga tidak mampu memberikan perawatan.
Maturasional :
          Adolesent : ketergantungan dalam kelompok

          Young Adult : menikah, hamil, menjadi orang tua

          Dewasa : tekanan karier, tanda-tanda pubertas.

3.      Sign & symptom (S/tanda & gejala), adalah ciri, tanda atau gejala, yang merupakan informasi yang diperlukan untuk merumuskan diagnosis keperawatan.

Jadi rumus diagnosis keperawatan adalah : PE / PES.



PERSYARATAN PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.       Perumusan harus jelas dan singkat dari respon klien terhadap situasi atau keadaan yang dihadapi

2.      Spesifi dan akurat (pasti)

3.      Dapat merupakan pernyataan dari penyebab

4.      Memberikan arahan pada asuhan keperawatan

5.      Dapat dilaksanakan oleh perawat

6.      Mencerminan keadaan kesehatan klien.



HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENENTUKAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.       Berorientasi kepada klien, keluarga dan masyarakat

2.      Bersifat aktual atau potensial

3.      Dapat diatasi dengan intervensi keperawatan

4.      Menyatakan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat, serta faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut.



ALASAN PENULISAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.       Memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif

2.      Memberikan kesatuan bahasa dalam profesi keperawatan

3.      Meningkatkan komunikasi antar sejawat dan profesi kesehatan lainnya

4.      Membantu merumuskan hasil yang diharapkan / tujuan yang tepat dalam menjamin mutu asuhan keperawatan, sehingga pemilihan intervensi lebih akurat dan menjadi pedoman dalam melakukan evaluasi

5.      Menciptakan standar praktik keperawatan

6.      Memberikan dasar peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.



PROSES PENYUSUNAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1. Klasifikasi & Analisis Data

Pengelompokkan data adalah mengelompokkan data-data klien atau keadaan tertentu dimana klien mengalami permasalahan kesehatan atau keperawatan berdasarkan kriteria permasalahannya. Pengelmpkkan data dapat disusun berdasarkan pola respon manusia (taksonomi NANDA) dan/atau pola fungsi kesehatan (Gordon, 1982);

Respon Manusia (Taksonomi NANDA II) :

Pertukaran
Komunikasi
Berhubungan
Nilai-nilai
Pilihan
Bergerak
Penafsiran
Pengetahuan
Perasaan
Pola Fungsi Kesehatan (Gordon, 1982) :

Persepsi kesehatan : pola penatalaksanaan kesehatan
Nutrisi : pola metabolisme
Pola eliminasi
Aktivitas : pola latihan
Tidur : pola istirahat
Kognitif : pola perseptual
Persepsi diri : pola konsep diri
Peran : pola hubungan
Seksualitas : pola reproduktif
Koping : pola toleransi stress
Nilai : pola keyakinan
2.     Mengindentifikasi masalah klien

Masalah klien merupakan keadaan atau situasi dimana klien perlu bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan status kesehatannya, atau meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan oleh perawat sesuai dengan kemampuan dan wewenang yang dimilikinya

Identifikasi masalah klien dibagi menjadi : pasien tidak bermasalah, pasien yang kemungkinan mempunyai masalah, pasien yang mempunyai masalah potensial sehingga kemungkinan besar mempunyai masalah dan pasien yang mempunyai masalah aktual.

Menentukan kelebihan klien
Apabila klien memenuhi standar kriteria kesehatan, perawat kemudian menyimpulkan bahwa klien memiliki kelebihan dalam hal tertentu. Kelebihan tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan atau membantu memecahkan masalah yang klien hadapi.

Menentukan masalah klien
Jika klien tidak memenuhi standar kriteria, maka klien tersebut mengalami keterbatasan dalam aspek kesehatannya dan memerlukan pertolongan.

Menentukan masalah yang pernah dialami oleh klien
Pada tahap ini, penting untuk menentukan masalah potensial klien. Misalnya ditemukan adanya tanda-tanda infeksi pada luka klien, tetapi dari hasil test laboratorium, tidak menunjukkan adanya suatu kelainan. Sesuai dengan teori, maka akan timbul adanya infeksi. Perawat kemudian menyimpulkan bahwa daya tahan tubuh klien tidak mampu melawan infeksi.

Penentuan keputusan
–          Tidak ada masalah, tetapi perlu peningkatan status dan fungsi (kesejahteraan) : tidak ada indikasi respon keperawatan, meningkatnya status kesehatan dan kebiasaan, serta danya inisiatif promosi kesehatan untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga.

–          Masalah kemungkinan (possible problem) : pola mengumpulkan data yang lengkap untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang diduga

–          Masalah aktual, resiko, atau sindrom : tidak mampu merawat karena klien menolak masalah dan pengobatan, mulai untuk mendesain perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencegah, menurunkan, atau menyelesaikan masalah.

–          Masalah kolaboratif : konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional yang ompeten dan bekerja secara kolaboratif pada masalah tersebut. Masalah kolaboratif adalah komplikasi fisiologis yang diakibatkan dari patofisiologi, berhubungan dengan pengobatan dan situasi yang lain. Tugas perawat adalah memonitor, untuk mendeteksi status klien dan kolaboratif dengan tenaga medis guna pengobatan yang tepat.

3.     Memvalidasi diagnosis keperawatan

Adalah menghubungkan dengan klasifikasi gejala dan tanda-tanda yang kemudian merujuk kepada kelengkapan dan ketepatan data. Untuk kelengkapan dan ketepatan data, kerja sama dengan klien sangat penting untuk saling percaya, sehingga mendapatkan data yang tepat.

Pada tahap ini, perawat memvalidasi data yang ada secara akurat, yang dilakukan bersama klien/keluarga dan/atau masyarakat. Validasi tersebut dilaksanakan dengan mengajukan pertanyaan atau pernyataan yang reflektif kepada klien/keluarga tentang kejelasan interpretasi data. Begitu diagnosis keperawatan disusun, maka harus dilakukan validasi.

4.     Menyusun diagnosis keperawatan sesuai dengan prioritasnya

Setelah perawat mengelompokkan, mengidentifikasi, dan memvalidasi data-data yang signifikan, maka tugas perawat pada tahap ini adalah merumuskan suatu diagnosis keperawatan. Diagnosa keperawatan dapat bersifat aktual, resiko, sindrom, kemungkinan dan wellness.

Menyusun diagnosis keperawatan hendaknya diurutkan menurut kebutuhan yang berlandaskabn hirarki Maslow (kecuali untuk kasus kegawat daruratan — menggunakan prioritas berdasarkan “yang mengancam jiwa”) :

Berdasarkan Hirarki Maslow : fisiologis, aman-nyaman-keselamatan, mencintai dan memiliki, harga diri dan aktualisasi diri
Griffith-Kenney Christensen : ancaman kehidupan dan kesehatan, sumber daya dan dana yang tersedia, peran serta klien, dan prinsip ilmiah dan praktik keperawatan.


KATEGORI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.      Diagnosis Keperawatan Aktual

Diagnosis keperawatan aktual (NANDA) adalah diagnosis yang menyajikan keadaan klinis yang telah divalidasikan melalui batasan karakteristik mayor yang diidentifikasi. Diagnosis keperawatan mempunyai empat komponen : label, definisi, batasan karakteristik, dan faktor yang berhubungan.

Label merupakan deskripsi tentang definisi diagnosis dan batasan karakteristik. Definisi menekankan pada kejelasan, arti yang tepat untuk diagnosa. Batasan karakteristik adalah karakteristik yang mengacu pada petunjuk klinis, tanda subjektif dan objektif. Batasan ini juga mengacu pada gejala yang ada dalam kelompok dan mengacu pada diagnosis keperawatan, yang teridiri dari batasan mayor dan minor. Faktor yang berhubungan merupakan etiologi atau faktor penunjang. Faktor ini dapat mempengaruhi perubahan status kesehatan. Faktor yang berhubungan terdiri dari empat komponen : patofisiologi, tindakan yang berhubungan, situasional, dan maturasional.

Contoh diagnosis keperawatan aktual : Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan transport oksigen, sekunder terhadap tirah baring lama, ditandai dengan nafas pendek, frekuensi nafas 30 x/mnt, nadi 62/mnt-lemah, pucat, sianosis.

2.      Diagnosis Keperawatan Resiko

Diagnosis keperawatan resiko adalah keputusan klinis tentang individu, keluarga atau komunitas yang sangat rentan untuk mengalami masalah dibanding individu atau kelompok lain pada situasi yang sama atau hampir sama.

Validasi untuk menunjang diagnosis resiko adalah faktor resiko yang memperlihatkan keadaan dimana kerentanan meningkat terhadap klien atau kelompok dan tidak menggunakan batasan karakteristik. Penulisan rumusan diagnosis ini adalag : PE (problem & etiologi).

Contoh : Resiko penularan TB paru berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang resiko penularan TB Paru, ditandai dengan keluarga klien sering menanyakan penyakit klien itu apa dan tidak ada upaya dari keluarga untuk menghindari resiko penularan (membiarkan klien batuk dihadapannya tanpa menutup mulut dan hidung).

3.      Diagnosis Keperawatan Kemungkinan

Merupakan pernyataan tentang masalah yang diduga masih memerlukan data tambahan dengan harapan masih diperlukan untuk memastikan adanya tanda dan gejala utama adanya faktor resiko.

Contoh : Kemungkinan gangguan konsep diri : gambaran diri berhubungan dengan tindakan mastektomi.

4.      Diagnosis Keperawatan Sejahtera

Diagnosis keperawatan sejahtera adalah ketentuan klinis mengenai individu, kelompok, atau masyarakat dalam transisi dari tingkat kesehatan khusus ke tingkat kesehatan yang lebih baik. Cara pembuatan diagnsosis ini adalah dengan menggabungkan pernyataan fungsi positif dalam masing-masing pola kesehatan fungsional sebagai alat pengkajian yang disahkan. Dalam menentukan diagnosis keperawatan sejahtera, menunjukkan terjadinya peningkatan fungsi kesehatan menjadi fungsi yang positif.

Sebagai contoh, pasangan muda yang kemudian menjadi orangtua telah melaprkan fungsi positif dalam peran pola hubungan. Perawat dapat memakai informasi dan lahirnya bayi baru sebagai tambahan dalam unit keluarga, untuk membantu keluarga mempertahankan pola hubungan yang efektif.

Contoh : perilaku mencari bantuan kesehatan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang peran sebagai orangtua baru.

5.      Diagnosis Keperawatan Sindrom

Diagnosis keperawatan sindrom merupakan diagnosis keperawatan yang terdiri dari sekelompok diagnosis keperawatan aktual atau resiko, yang diduga akan muncul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.

Contoh : sindrom kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik.



MASALAH KOLABORATIF

            Masalah kolaboratif adalah masalah yang nyata atau resiko yang mungkin terjadi akibat komplikasi dari penyakit atau dari pemeriksaan atau akibat pengobatan, yang mana masalah tersebut hanya bisa dicegah, diatasi, atau dikurangi dengan tindakan keperawatan yang bersifat kolaboratif. Label yang digunakan adalah : Potensial Komplikasi (PK).



MENCEGAH KESALAHAN DALAM MEMBUAT DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.       Tidak menggunakan istilah medis. Jika harus, hanya sebatas memperjelas, dengan diberi pernyataan `sekunder terhadap`.

Ex : mastektomi b.d kanker

2.      Tidak merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu diagnosa medis

Ex : Resiko pneumonia

3.      Jangan merumuskan diagnosis keperawatan sebagai suatu intervensi keperawatan

Ex : Menggunakan pispot sesering mungkin b.d dorongan ingin berkemih

4.      Jangan menggunakan istilah yang tidak jelas. Gunakan istilah / pernyataan yang lebih spesifik.

Ex : Tidak efektifnya bersihan jalan nafas b.d kesulitan bernafas

5.      Jangan menulis diagnosis keperawatan yang mengulangi instruksi dokter

Ex : Instruksi untuk puasa

6.      Jangan merumuskan dua masalah pada saat yang sama

Ex : Nyeri dan takut b.d prosedur operasi

7.      Jangan menghubungkan masalah dengan situasi yang tidak dapat diubah

Ex : Resiko cedera b.d kebutaan

8.      Jangan menuliskan etiologi atau tanda/gejala untuk masalah

Ex : Kongesti paru b.d tirah baring lama

9.      Jangan membuat asumsi

Ex : Resiko perubahan peran b.d tidak berpengalaman menjadi ibu baru.

10.   Jangan menulis pernyataan yang tidak bijaksana secara hukum

Ex : Kerusakan integritas kulit b.d posisi klien tidak diubah setiap 2 jam.



DOKUMENTASI DIAGNOSIS KEPERAWATAN

1.       Gunakan format PES untuk semua masalah aktual dan PE untuk masalah resiko

2.      Catat diagnosis keperawtaan resiko ke dalam format diagnosis keperawatan

3.      Gunakan istilah diagnosis keperawatan yang ada dalam NANDA ( terbaru : 2007 – 2008 )

4.      Mulai pernyataan diagnosis keperawatan dengan mengidentifikasi informasi tentang data untuk diagnosis keperawatan

5.      Masukkan pernyataan diagnosis keperawatan ke dalam daftar masalah

6.      Hubungkan setiap diagnosis keperawatan ketika menemuan masalah perawatan

7.      Gunakan diagnosis keperawatan sebagai pedoman untuk pengkajian, perencanaan, intervensi dan evaluasi.



Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC-Tujuan Dokumentasi Diagnosis Keperawatan :

1.       Mengkomunikasikan masalah klien pada tim kesehatan

2.      Mendemonstrasikan tanggung jawab dalam identifikasi masalah klien

3.      Mengidentifikasi masalah utama untuk perkembangan intervensi keperawatan.

Diagnosis keperawatan saat ini dapat mengacu ke Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC (Edisi 10) [Judith M. Wilkinson] dengan beberapa revisi diagnosis.

Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC (Edisi 10)
Sinopsis Buku Diagnosis Keperawatan: Diagnosis NANDA, Intervensi NIC, Hasil NOC (Edisi 10) [Judith M. Wilkinson]
Gamblang dan ringkas, referensi yang mudah digunakan ini dirancang untuk memberikan akses yang cepat ke informasi yang diperlukan untuk perkembangan rencana asuhan yang individual dan menyeluruh. Dibagi menjadi tiga bagian: Bagian I merupakan pendahuluan menggunakan buku, Bagian II merupakan daftar Diagnosis Keperawatan dengan Hasil dan Intervensi, dan Bagian III merupakan Panduan Kondisi Klinis untuk Menegakkan Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif.

Daftar Isi


  1.     Pendahuluan
  2.     Komponen dalam Rencana Asuhan Diagnosis Keperawatan
  3.     Bagaimana Membuat Rencana Asuhan Diagnosis Keperawatan
  4.     Rencana Keperawatan
  5.     Panduan Kondisi Klinis untuk Menegakkan Diagnosis Keperawatan dan Masalah Kolaboratif
silahkan peroleh buku ini di situs jual buku online terpercaya di indonesia di BELBUK.COM, klik DISINI
Share:

Saturday, 13 August 2016

Buku Pintar Desain Arsitektur: Ide Warna Rumah Gaya

Buku Pintar Desain Arsitektur: Ide Warna Rumah Gaya-Sadar akan pentingnya pewarnaan dalam sebuah hunian dan identitas karakter suatu karya arsitektur, penulis mencoba untuk menuangkan ide-idenya dalam buku ini. Beragam kiat dan trik tentang pemilihan warna sekaligus eksplorasi teknik penerapannya baik pada eksterior maupun interior akan dijelaskan secara gambling dengan bahasa yang mudah dipahami. Semua ini untuk memberikan pemahaman dan pedoman yang lengkap dan menyeluruh agar anda semakin memahami prinsip warna, bagaimana menerapkannya dengan tepat untuk mendapatkan hasil yang memukau. Selamat membaca dan berkarya dengan warna-warni.
  Buku Pintar Desain Arsitektur: Ide Warna Rumah Gaya
Segera Miliki buki ini di BELBUK.COM, bebas Ongkos kirim!


Rumah Cantik dengan Kombinasi Elemen Tradisional dan Kontemporer
Rumah Cantik dengan Kombinasi Elemen Tradisional dan Kontemporer 1
Dulunya, rumah ini adalah sebuah gudang tua. Namun, dengan kreativitas para arsitek, rumah ini pun disulap menjadi sebuah rumah cantik yang mengkombinasikan gaya tradisional dan kontemporer dengan apik.

Rumah Cantik dengan Kombinasi Elemen Tradisional dan Kontemporer 2

Terdiri dari rumah utama yang memisahkan 4 bangunan berbeda. Gudang lama ditransformasi menjadi garasi dan gudang penyimpanan, sedangkan bangunan utama diubah menjadi ruang tamu dan kolam renang. Dengan tetap mempertahankan bentuk bangunan yang tradisional. Dengan atap yang direnovasi dengan menggunakan kombinasi material kayu dan bata, sementara lantai dasar rumah ini dibuat dengan kaca yang luas sehingga membuat area eksterior di luar rumah seolah menjadi bagian dari interior atau dalam rumah.

Kekayaan properti dari rumah ini terletak pada karakter yang sangat detail, yang terwujud melalui material dan bentuk bangunan, yang digunakan dengan cara yang memaksimalkan estetika dan fungsionalnya. Interior diatur untuk memaksimalkan pemandangan pedesaan yang luas dan tenang.
Rumah Cantik dengan Kombinasi Elemen Tradisional dan Kontemporer 3

Rumah Cantik dengan Kombinasi Elemen Tradisional dan Kontemporer 11


Share:

Kelebihan Beli Buku Secara Online di Belbuk.com

Kelebihan Beli Buku Secara Online di Belbuk.com-Pernahkah pergi ke toko buku terdekat ternyata buku yang Anda cari tidak tersedia?

Atau pernahkah pihak toko bisa menyediakan tapi masih meminta Anda untuk inden dan akan dihubungi jika stok telah tersedia? – dan sering kali tidak ada kontak balik sama sekali. Tentu Anda kecewa.

Jika ya, terus terang saya katakan bahwa Anda telah membuang waktu perjalanan Anda untuk sesuatu yang tidak ada. Waktu Anda disita untuk barang yang seharusnya bisa didapat lebih cepat dan praktis. Tentu, siapa pun, termasuk Anda, lebih menghargai waktu dari sekedar berkeliling mencari-cari.

Banyak penerbit dan toko buku yang menyediakan berbagai judul dan siap dikirim ke tempat Anda. Kalau ada yang lebih praktis belanja di ujung jari, kenapa tidak?

Nah, bagi Anda pecinta buku dan ingin memperoleh banyak manfaat melalui kegiatan membaca, membeli buku dengan cara online adalah pilihan cerdas. Kenapa? Ini beberapa alasannya.

Hemat waktu
Soal waktu, tidak ada yang ingin membuang sia-sia. Saya yakin juga Anda. Dengan memilih alternatif belanja buku secara online Anda lebih hemat waktu dan perjalanan, tentunya. Anda pun tinggal menunggu buku datang.

Menurut data lalu lintas belanja online dari Kompas.com, buku termasuk komoditas yang sedang tren dan memiliki kecenderungan meningkat, disamping empat produk lainnya.

Saat ini Indonesia sedang demam internet. Jadi, penulis dan penerbit mana yang tidak akan merilis buku buku mereka di atas awan jaringan maya alias internet. Ini keuntungan untuk Anda jika Anda mahasiswa, dosen, guru dan profesional lainnya yang ingin mencari alternatif belanja buku.

Saran saya, cobalah untuk melakukan pencarian terkait dengan buku yang Anda cari. Googling mungkin pilihan bijak dengan kata kunci ‘buku’ atau ‘resensi buku’. Anda cari tahu informasi seputar buku tersebut sehingga cukup memadai untuk Anda pesan.

Ketika menemukan forum yang membahas buku yang Anda cari dan ternyata komentar pembacanya positif, maka itu nilai tambah.

Saya sendiri pernah menulis resensi di akun Facebook dan komentar para facebooker kurang lebih sama dengan isi tulisan resensi saya. Berarti buku itu memang berkualitas dan sedang booming.
Jika Anda malas membaca resensinya, jangan khawatir. Anda akan terbantu lewat komentar-komentar singkat pembacanya. Dari sanalah Anda bisa menemukan gambaran umum buku.

Dan komentar pembaca lebih dapat dipercaya (dibanding testimoni yang tertanam di dalam buku itu sendiri). Lebih otentik dan terpercaya, bukan?

Saat ini banyak toko buku online yang menyediakan berbagai macam judul buku dari berbagai disiplin ilmu. Bahkan, ada yang khusus untuk buku anak-anak, seperti tokobukuanak.com. para orang tua bisa memilih buku yang sesuai dengan perkambangan anak-anaknya di toko buku ini.

Belbuk.com adalah contoh toko yang menyediakan banyak macam judul. Contohnya, jika Anda guru, buku berjudul Menuju Pendidikan Inklusi: Panduan Praktis untuk Mengajar (Edisi 7) bisa Anda peroleh dari toko buku online Belbuk.com. Tentu, ada diskon khusus untuk Anda.

Menuju Pendidikan Inklusi: Panduan Praktis untuk Mengajar (Edisi 7)

Harga diskon
Jika Anda menjadi pelanggan setia sebuah toko buku biasanya ada beberapa toko buku yang memberikan harga diskon dengan pembelian minimal atau beberapa kali pemesanan. Manfaatkan penawaran menarik seperti itu yang mungkin tidak ada di toko buku konvensional.
Tapi, Anda juga perlu tahu bahwa ada kekurangan belanja buku lewat online. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga"CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM"

Ongkos kirim
Ketika Anda memutuskan membeli maka Anda akan dihadapkan pada ongkos pengiriman barang. Jadi pilihlah toko buku yang tidak membebankan ongkos kirim pada pembelinya. Hal ini karena akan berdampak pada harga buku yang Anda beli.

Namun, jika Anda tidak keberatan soal ongkos kirim, itu hak penuh Anda. Silahkan lanjutkan memesan judul buku. Apalagi buku sangat diperlukan dan agak langka.

Stok buku
Terkadang buku yang Anda ingin beli habis. Tentu Anda harus menunggu selama beberapa waktu. Atau mungkin toko itu kurang memiliki judul buku yang cukup. Jadi, segeralah memesannya selagi buku yang Anda maksud masih tersedia.

Kondisi buku
Mungkin saja terjadi ketika Anda menerima buku pesanan ada halaman rusak, kusam, atau cacat. Saya kira ini bisa juga terjadi di toko-toko buku konvensional. Sebelum memutuskan membeli pastikan apakah toko langganan Anda memberi jaminan pengembalian untuk barang yang demikian. Jika tidak, maka segera mencari toko lain.

Ini penting karena Anda sebagai konsumen memiliki hak untuk menerima barang dalam keadaan baik.

Kelebihan Beli Buku Secara Online di Belbuk.com-Selamat berbelanja buku secara online dan saya harap Anda menemukan manfaat dari artikel ini. Sampai jumpa di artikel perbukuan yang lain.

KLIK DISINI BELI BUKU DI BELBUK.COM
Toko Buku Online Belbuk.com
Share:

ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia (Volume 49 - 2014 s/d 2015) [Ikatan Apoteker Indonesia]

ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia (Volume 49 - 2014 s/d 2015) [Ikatan Apoteker Indonesia]- oleh Ikatan Apoteker Indonesia-Buku ISO Informasi Spesialite Obat Indonesia Vol 49 adalah buku direktori obat-obatan terpercaya yang beredar di Indonesia baik itu Ethical maupun OTC. Setiap terbit setahun sekali selalu mengalami pembaharuan di setiap edisi. Informasi yang disajikan meliputi nama dagang (merk), produsen, kandungan isi, kemasan dan harga berlaku.

ISO Indonesia terbaru Vol 49, disajikan berdasarkan penggolongan kelas terapi yang sederhana sehingga memudahkan penggunaan buku untuk membacanya. Ditambah dengan informasi lainnya, misalnya penggunaan obat untuk usia lanjut, ibu hamil dan menyusui, bobot bayi dan anak, dosis untuk anak dan bayi. Kemudia dilengkapi juga dengan daftar singkatan latin, singkatan dalam resep, daftar pabrik farmasi dan distributor (PBF).

Buku ini juga memudahkan untuk pencarian dibantu oleh indeks nama dagang dan nama generik.

ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia (Volume 49 - 2014 s/d 2015)Segera miliki buku ISO (Informasi Spesialite Obat) Indonesia (Volume 49 - 2014 s/d 2015) [Ikatan Apoteker Indonesia] dengan harga temurah di situs buku online belbuk.com, klik disini
Share:

Sunday, 7 August 2016

Trik Menghadapi Mafia Hukum, Trik Minta Keringanan Hukum

 Trik Menghadapi Mafia Hukum, Trik Minta Keringanan Hukum-Di era globalisasi ini penting bagi kita untuk mengetahui lebih dalam tentang penegakan suata negara, terutama yang berkaitan dengan keadaan dan situasi penegakan hukum di negara kita yaitu negara Indonesia. Hal ini penting bagi kita karena erat hubungannya dengan apa yang kita saksikan dalam realita kehidupan masyarakat saat ini. Terkadang masih banyak orang yang salah mengartikan dan belum banyak mengerti tentang keadaan sistem hukum di Indonesia, sehingga kita sebagai masyarakat kadang pasrah saja menerima hukuman dari kesalahan, terkadang hal tersebut dialami suatu perusahaan karena lemahnya pengetahuan sebagian masyarakat akan pengetahuan tentang proses hukum dan sanksi-sanksi yang diberikan kepada para pelaku yang berlaku di negara Indonesia. Banyak kasus hukum yang di selesaikan secara tidak adil, dimana para penegak hukum memiliki peran ganda sebagai mafia hukum secara tidak kasat mata.
Jangan Panik Jika Terjerat Kasus Hukum: Trik Menghadapi Mafia Hukum, Trik Minta Keringanan Hukum
 Para mafia hukum inilah yang memporak-porandakan sistem hukum yang berlaku di tanah air kita. Gencarnya aksi mafia hukum tersebut disambut kritik dan protes yang tajam dari masyarakat sendiri, namun tak ayal, jarang yang sanggup untuk menghentikan mereka.Saat ini tidak mudah untuk memaparkan kondisi hukum di Indonesia tanpa adanya keprihatinan yang mendalam mendengar ratapan masyarakat yang terluka oleh hukum, dan kemarahan masyarakat pada mereka yang memanfaatkan hukum untuk mencapai tujuan mereka tanpa menggunakan hati nurani.

Pelajari ilmu hukum di buku yang berjudul "Jangan Panik Jika Terjerat Kasus Hukum: Trik Menghadapi Mafia Hukum, Trik Minta Keringanan Hukum" bisa anda dapatkan di BELBUK.COM klik DISINI

Dunia hukum di Indonesia tengah mendapat sorotan yang amat tajam dari seluruh lapisan masyarakat, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari sekian banyak bidang hukum, dapat dikatakan bahwa hukum pidana menempati peringkat pertama yang bukan saja mendapat sorotan tetapi juga celaan yang luar biasa dibandingkan dengan bidang hukum lainnya. Bidang hukum pidana merupakan bidang hukum yang paling mudah untuk dijadikan indikator apakah reformasi hukum yang dijalankan di Indonesia sudah berjalan dengan baik atau belum. Hukum pidana bukan hanya berbicara tentang putusan pengadilan atas penanganan perkara pidana, tetapi juga meliputi semua proses dan sistem peradilan pidana. Proses peradilan berawal dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian dan berpuncak pada penjatuhan pidana dan selanjutnya diakhiri dengan pelaksanaan hukuman itu sendiri oleh lembaga pemasyarakatan. Semua proses pidana itulah yang saat ini banyak mendapat sorotan dari masyarakat karena kinerjanya, atau perilaku aparatnya yang jauh dari kebaikan.

Hukum di Indonesia yang bisa kita lihat saat ini bisa dikatakan sebagai hukum yang carut marut, mengapa? Karena dengan adanya pemberitaan mengenai tindak pidana di televisi, surat kabar, dan media elektronik lainnya kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hukum di Indonesia carut marut. Banyak sekali kejadian yang menggambarkannya, mulai dari tindak pidana yang diberikan oleh maling sandal hingga maling uang rakyat. Sebenarnya permasalahan hukum di Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya yaitu sistem peradilannya, perangkat hukumnya, inkonsistensi penegakan hukum, intervensi kekuasaan, maupun perlindungan hukum.

Hukum Negara ialah aturan bagi negara itu sendiri, bagaimana suatu negara menciptakan keadaan yang relevan, keadaan yang menentramkan kehidupan sosial masyarakatnya, menghindarkan dari segala bentuk tindak pidana maupun perdata. Namun tidak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini, pemberitaan di media masa sungguh tragis. Bahkan dari Hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan bahwa 56,0 persen publik menyatakan tidak puas dengan penegakan hukum di Indonesia, hanya 29,8 persen menyatakan puas, sedangkan sisanya 14,2 persen tidak menjawab. Sebuah fenomena yang menggambarkan betapa rendahnya wibawa hukum di mata publik.

Dengan landasan pemikiran ini, penulis akan mencoba memaparkan mengenai kewajiban hakim dalam menemukan hukum serta ingin memaparkan ketidakpuasan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Secara umum, undang-undang dibuat oleh pembentuk undang-undang untuk melindungi kepentingan manusia, sehingga harus dilaksanakan dan ditegakkan. Akan tetapi, perlu diingat bahwa kegiatan dalam kehidupan manusia itu sangat luas, tidak terhitung jumlah dan jenisnya, sehingga tidak mungkin tercakup dalam satu peraturan perundang-undangan dengan tuntas dan jelas. Oleh karena itu tidak ada peraturan perundang-undangan yang dapat mencakup keseluruhan kehidupan manusia, sehingga tidak ada peraturan perundang-undangan yang lengkap selengkap-lengkapnya dan jelas sejelas-jelasnya. Karena hukumnya tidak lengkap dan tidak  jelas, maka harus dicari dan diketemukan.

Penemuan hukum, menurut Sudikno Mertokusumo, lazimnya diartikan sebagai proses pembentukan hukum oleh hakim atau petugas-petugas hukum lainnya yang diberi tugas melaksanakan hukum terhadap peristiwa-peristiwa hukum konkret atau merupakan konkretisasi dan individualisasi peraturan hukum (das sollen) yang bersifat umum dengan mengingat peristiwa konkret (das sein) tertentu. Pada pokoknya, penemuan hukum yang dilakukan oleh hakim berawal dari peristiwa hukum konkret yang dihadapkan kepada hakim untuk diputuskan, sehingga sudah seharusnya putusan hakim memenuhi dimensi keadilan, kepastian hukum dan juga kemanfaatan.

Teori hukum tradisional mengajarkan bahwa hukum merupakan seperangkat aturan dan prinsip-prinsip yang memungkinkan masyarakat mempertahankan ketertiban dan kebebasannya. Hukum haruslah netral dan dapat diterapkan pada siapa saja secara adil, tanpa memandang kekayaan, ras, gender ataupun hartanya. Hukum harus dipisahkan dari politik, penerapan hukum di pengadilan pun harus dilakukan secara adil. Akan tetapi, sebenarnya hal tersebut tidaklah dapat dilaksanakan secara konsekuen dalam penerapannya, karena menurut teoretisi potsmodern, hukum tidak mempunyai dasar objektif dan tidak ada kebenaran sebagai tempat berpijak hukum, yang ada hanyalah kekuasaan semata yang menjadi alat kekuasaan bagi penguasa.

Yang menjadi ukuran bagi hukum bukanlah benar atau salah, bermoral atau tidak bermoral, melainkan hukum merupakan apa saja yang diputuskan dan dijalankan oleh kelompok masyarakat yang paling berkuasa. Hukum harus ditafsirkan yang nyatanya akan ditafsirkan menurut keinginan yang menafsirkannya, dan penafsir akan menafsirkan sesuai dengan perasaan dan kepentingannya sendiri, sehingga yang namanya keadilan hanya merupakan semboyan retorika yang digunakan oleh kelompok mayoritas untuk menjelaskan apa yang mereka inginkan, dan keinginan pihak minoritas tidak pernah menjadi hasil penafsiran hukum dan akan selalu menjadi bulan-bulanan hukum.

Fakta didepan mata, penegakan hukum di Indonesia masih carut marut, dan hal ini sudah diketahui dan diakui bukan saja oleh orang-orang yang sehari-harinya berkecimpung dibidang hukum, tetapi juga oleh sebagian besar masyarakat Indonesia dan juga komunitas masyarakat Internasional. Bahkan banyak pendapat menyatakan bahwa penegakan hukum (law enforcement) di Indonesia sudah sampai pada titik nadir. Proses penegakan hukum acapkali dipandang bersifat diskriminatif, inkonsisten, dan hanya mengedepankan kepentingan kelompok tertentu, padahal seharusnya penegakan hukum merupakan ujung tombak terciptanya tatanan hukum yang baik dalam masyarakat.

Salah satu sebab mengapa Indonesia sulit keluar dari krisis ekonomi sejak tahun 1998, dibandingkan negara lainnya yang terkena imbas krisis tersebut, adalah dikarenakan penegakan hukum di Indonesia terbilang sangat buruk. Bangsa Indonesia belum berhasil mengangkat hukum sampai pada taraf mendekati ideal, tetapi malah makin menimbulkan kekecewaan yang mendalam, khususnya yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi yang kian merajalela.

Salah satu faktor penyebab sulitnya memberantas korupsi di Indonesia adalah karena tidak konsistennya law enforcement yang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum yang masih menganut paradigma legalistik, formalistik, dan prosedural belaka dalam melaksanakan hukum, dan dalam pandangan kaum legalistik normatif, seseorang barulah dianggap bersalah apabila sudah ada putusan hakim yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Inti dari keterpurukan maupun kemunduran hukum itu adalah bahwa kejujuran, empati dan dedikasi dalam menjalankan hukum menjadi sesuatu yang makin langka dan mahal. Hampir dimana-mana dapat dijumpai kerendahan budi yang makin merajalela, yang semakin menyengsarakan masyarakat banyak.

Apabila dilihat aspek bahasa, mafia hukum terdiri akar kata mafia dan hukum. Mafia berasal dari bahasa Sisiliakuno, Mafiusu, yang diduga mengambil kata Arab “mahyusu” yang artinya tempat perlindungan atau pertapaan. Setelah revolusi pada 1848, keadaan pulau Sisilia kacau sehingga mereka perlu membentuk ikatan suci yang melindungi mereka dari serangan bangsa lain dalam hal ini bangsa Spanyol. Nama mafia mulai terkenal setelah sandiwara dimainkan pada1863 dengan judul mafusi de la Vicaria “Cantiknya rakyat Vicaria”, yang menceritakan tentang kehidupan pada gang penjahat di penjara Palermo.

Dari beberapa sumber ada dua bentuk pengertian dari mafia hukum ini, yaitu penyebutan mafia hukum dan mafia peradilan.Pertama, Mafia Hukum disini lebih dimaksudkan pada proses pembentukan Undang-Undang oleh Pembuat undang-undang yang lebih sarat dengan nuansa politis sempit yang lebih berorientasi pada kepentingan kelompok-kelompok tertentu. Bahwa sekalipun dalam politik hukum di Indonesia nuansa politis dalam pembuatan UU dapat saja dibenarkan sebagai suatu ajaran keputusan politik yang menyangkut kebijakan politik, namun nuansa politis di sini tidak mengacu pada kepentingan sesaat yang sempit akan tetapi “politik hukum” yang bertujuan mengakomodir pada kepentingan kehidupan masyarakat luas dan berjangka panjang.

Sebagai contoh kecil lahirnya Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 25 tahun 1997 yang mulai diberlakukan pada tanggal 1 oktober 2002 (berdasarkan
Perpu No.3 tahun 2000 yang telah ditetapkan sebagai UU berdasarkan UU No. 28 tahun 2000), namun belum genap berumur 6 bulan UU tersebut berlaku UU tersebut telah dicabut pada tanggal 25 Maret 2003 dengan diundangkan lagi UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang mengganti UU No. 25 tahun 1997. Kedua, Mafia Peradilan di sini dimaksudkan pada hukum dalam praktik yang ada di tangan para Penegak Hukum dimana secara implisit “hukum dan keadilan” telah berubah menjadi suatu komoditas yang dapat diperdagangkan.

Bentuk-bentuk mafia peradilan, misalnya makelar kasus, suap menyuap, pemerasan, mengancam pihak-pihak lain, pungutan-pungutan yang tidak semestinya, dan sebagainya. Mafia Peradilan tidak bisa dibuktikan keberadaanya. Jika bisa dibuktikan berarti bukan “mafia” namun kejahatan biasa. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia, mafia adalah suatu organisasi kriminal yang hampir menguasai seluruh aspek kehidupan masyarakat. Istilah mafia merujuk pada kelompok rahasia tertentu yang melakukan tindak kejahatan terorganisasi sehingga kegiatan mereka sangat sulit dilacak secara hukum. Ada pengertian lain dari mafia hukum ini. Istilah mafia disini menunjuk pada adanya “suasana” yang sedemikian rupa sehingga perilaku, pelayanan, kebijaksanaan maupun keputusan tertentu akan terlihat secara kasat mata sebagai suatu yang berjalan sesuai dengan hukum padahal sebetulnya “tidak”. Dengan kata lain mafia peradilan ini tidak akan terlihat karena mereka bisa berlindung dibalik penegakan dan pelayanan hukum. Masyarakat menjadi sulit untuk mengenali mana penegak hukum yang jujur dan tidak terpengaruh oleh mafia dengan para penegak hukum yang sudah terkontaminasi.

Mafia Peradilan dalam perkara pidana mencakup semua proses pidana sejak pemeriksaan di kepolisian, penututan di kejaksaan, pemeriksaan di semua tingkat peradilan, sejak pengadilan tingkat pertama hingga Mahkamah Agung. Misalnya perihal Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3) di tingkat kepolisian maupun kejaksaan.
SP3 ini tidak mungkin bisa diterbitkan gratis. Pasti ada harganya. Harganya bisa dalam rupiah maupun keuntungan politis tertentu. Hak penyidik, penuntut umum atau hakim untuk menahan atau tidak menahan seseorang tersangka atau terdakwa adalah wilayah paling rawan terjadinya transaksi yang sifatnya moniter. Hukum acara yang mendasari wewenang untuk menahan memang lemah. Hanya atas dasar kekhawatiran maka para penegak hukum ini dengan mudah dapat melakukan penahanan terhadap tersangka.

Rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi merupakan sebuah bukti bahwa ternyata mafia itu ada. Makelar itu punya akses VIP ke orang-orang VVIP di puncak-puncak badan penegak hukum. Mafia itu kuatdan bisa bahkan menjebloskan orang, memerangkap orang, dan mengatur berbagai kesaksian agar bisa dipercepat dan dieksekusi badan penwgak hukum. Rekaman selama beberapa jam itu membeberkan misteri yang selama ini hanya diketahui sepotong-sepotong dan tidak ada bukti yang jelas. Jika diungkapkan ke publik pun akan dikenai pasal pencemaran nama baik. Mereka adalah korps tidak terlihat, tangan-tangan yang mengatur semua perkara apa yang bisa diselesaikan sesuai permintaan. Busyro Muqoddas membeberkan modus operandi dari mafia hukum ini. Menurutnya, ada empat modus operandi mafia peradilan di Indonesia.

Jangan Panik Jika Terjerat Kasus Hukum-Modus pertama, adalah penundaan pembacaan putusan oleh majelis hakim. “Kalau ditanyakan ke panitera, akan dapat sinyal bahwa hakim minta sesuatu”. Modus kedua, adalah manipulasi fakta hukum. “Hakim sengaja tidak memberi penilaian terhadap suatu fakta atau sutu bukti tertentu sehingga putusannya ringan atau bebas”.  Modus ketiga, adalah manipulasi penerapan peraturan perundang-undangan yang tidak sesuai dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan. Majelis hakim, mencariperaturan hukum sendiri sehingga fakkta-fakta hukum ditafsirkan berbeda.Modus keempat, adalah pencaria peraturan perundang-undangan oleh majelis hakim agar dakwaan jaksa beralih ke pihak lain. Terutama pada kasus korupsi. “Dibuat agar terdakwamelakukan hal tersebut atas perintah atasan sehingga terdakwa dibebaskan”.

Selain itu, terdapat bentuk-bentuk dan modus operansi dari mafia hukum mulai dari kepolisian hingga di Lembaga pemasyarakatan;

Tahap Penyelidikan (Di Kepolisian) Permintaan uang jasa. Laporan ditindak lanjuti setelah menyerahkan uang jasa, penggelapan perkara, penanganan perkara dihentikan setelah ada kesepakatan membayar sejumlah uang pada polisi.
Tahap Penyidikan (Di Kepolisian) Negosiasi perkara, tawar menawar pasal yang dikenakan terhadap tersangka dengan uang yang berbeda-beda, menunda surat pemberitahuan dimulainya penyidikan kepada kejaksaan, pemerasan oleh Polisi, tersangka dianiaya lebih dulu agar mau kooperatif dan menyerahkan uang, mengarahkan kasus lalu menawarkan jalan damai, pengaturan ruang Tahanan, penempatan di ruang tahanan menjadi alat tawar menawar.
Pemerasan (Di Kejaksaan) Penyidikan diperpanjang untuk merundingkan uang damai, Surat panggilan sengaja tanpa status “saksi” atau “tersangka”, pada ujung agar statusnya tidak menjadi “tersangka”.
Negosiasi Status. Perubahan status tahanan seorang tersangka juga jadi alat tawar-menawar.
Pelepasan Tersangka. Melalui surat perintah penghentian penyidikan (SP3) atau sengaja membuat dakwaan yang kabur (obscuur libel) sehingga terdakwa di vonis bebas
Penggelapan Perkara. Berkas perkara dapat dihentikan jika memberikan sejumlah uang.
Negosiasi Perkara. Proses penyidikan yang diulur-ulur merupakan isyarat agar keluarga tersangka menghubungi jaksa. Dapat melibatkan Calo, antara lain dari kejaksaan, anak pejabat, pengacara rekanan jaksa. Berat atau kecilnya dakwaan menjadi alat tawar menawar.
Pengurangan Tuntutan. Tuntutan dapat dikurangi apabila tersangka memberikan uang. Berita acara pemeriksaan dibocorkan saat penyidikan. Pasal yang disangkakan juga dapat diperdagangkan.
Hakim sebagai sebuah jabatan yang memiliki fungsi yudikatif, pada dasarnya memiliki dua tindakan peran. Pertama, untuk membuktikan keberadaan suatu fakta yang dikualifikasikan sebagai delik perdata atau pidana oleh suatu norma umum yang harus diterapkan kepada kasus tertentu. Kedua, hakim menjatuhkan suatu sanksi perdata atau pidana yang konkret yang ditetapkan secara umum dalam norma yang harus diterapkan. Dari kedua peran tersebut dapat disimpulkan bahwa hakim merupakan penerap dari norma hukum yang berupa peraturan perundang-undangan yang kemudian diikuti dengan menerapkan sanksi demi tegaknya peraturan perundang-undangan tersebut.

Pada kesejarahannya menurut van apeldoorn peranan hakim dapat dibagi kedalam 3 masa yng terdiri dari masa abad ke-19 (legisme), pada masa ajaran hukum bebas atau ajaran menemukan hukum dengan bebas dan pada masa ini. Peranan hakim pada masa-masa legalisme (abad ke 19) mencapai puncak kejayaannya hanya difungsikan sebagai terompet undang-undang/corong undang-undang. Hakim pada konteks ini diposisikan untuk menerapkan peraturan perundang-undangan dengan menggunakan asas logikal, tanpa memperhatikan aspek-aspek lain diluar logika dan aturan hukum tersebut. Secara operasional penerapan suatu aturan hukum dalam perkara konkret mengikuti aturan berpikir silogisme, dimana aturan hukum diposisikan sebagai premis mayor dan fakta konkret/kenyataan-kenyataan diperlakukan sebagai premis minor, sehingga penentuan apakah seseorang telah melanggar hak sesorang atau seseorang telah melakukan suatu tindak pidana sangat bergantung pada kualifikasi-kualifikasi/unsur-unsur yang dinyatakan dalam aturan hukum tersebut (premis mayor). Pada masa legisme ini hakim tidak mempersoalkan motif, seperti apakah seseorang melakukan suatu tindakan pencurian dengan alasan karena lapar atau karena alasan-alasan lainnya. Sehingga pada masa ini, hakim memiliki tugas sebagai subsumptie-automaat karena tugasnya semata-mata terdiri atas melakukan pencocokan (subsumptie) kedalam peraturan perundang-undangan yang sesuai untuk hal tersebut.

Peranan hakim pada masa ajaran hukum bebas atau ajaran menemukan hukum dengan bebas, merupakan penolakan terhadap pandangan legisme yang berkembang pada abad ke-19. Ajaran hukum bebas ini, menyatakan tidak semua hukum terdapat di dalam undang-undang, bahwa disamping undang-undang terdapat sumber-sumber yang lainnya, dimana hakim dapat mengambil hukum tersebut (hukum bebas) sebagai dasar bagi putusan. Mengenai dari manakah asal hukum bebas tersebut berasal, ajaran ini terbagi menjadi dua. Pertama, ialah aliran hukum sosiologis dan kedua, ialah aliran hukum kodrat.

Aliran pertama, yakni aliran hukum sosiologis digawangi oleh Hamaker yang menyatakan hukum bebas tersebut berasal dari adat istiadat, kebiasaan dalam masyarakat yang sifatnya lebih empirik. Sedangkan aliran hukum kodrat menunjuk kepada hal-hal yang sifatnya kontemplatif di dalam ruang-ruang perenungan penuh ide. Namun demikian, aliran-aliran yang datang berikutnya semakin radikal untuk meniadakan undang-undang sebagai sumber satu-satunya yang memandang bahwa hakim dalam memutus tidak hanya mengangap bahwa hukum bebas sebagai suplemen untuk menutupi kekosongan hukum. Namun lebih dari itu, hukum bebas ini dapat mengecualikan peraturan perundang-undangan tertulis dan mengadakan koreksi apabila dianggap telah bertentangan dengan hukum. Para pendukung aliran baru ini, memberikan hakim peran sebagai apa yang disebut dalam hukum romawi sebagai rechter-konigschap, namun demikian pandangan ini dianggap justru akan menghilangkan kepastian hukum sehingga banyak terjadi penolakan terhadap paham ini.

Pada masa ini, peranan hakim lebih dititik beratkan untuk melakukan penafsiran terhadap aturan-aturan hukum yang sudah ada, namun dengan tidak hanya menggunakan aktivitas logika semata. Tetapi juga memperhatikan anasir-ansir di luar hal tersebut, yakni kepatutan, keadilan, susila yang baik, itikad yang baik, dan sebagainya. Hakim memiliki tugas untuk mengisi kekosongan hukum yang ada, dimana hakim dalam melakukan penafsiran hukumnya tidak terlepas dari aturan hukum yang ada. Hakim dalam pada masa ini tidak melakukan pembentukan hukum dalam arti dia mengadakan suatu aturan hukum yang tidak ada menjadi ada. Namun hakim memutus berdasarkan perasaan hukum dengan memperhatika kebiasaan dan pendangan-pandangan yang berlaku di dalam masyarakat dan menyesuaikan hukum yang konkret pada tuntutan hal-hal yang khusus.

Secara universal, jika ingin keluar dari situasi keterpurukan hukum, maka harus membebaskan diri dari belenggu formalisme-positivisme, karena jika hanya mengandalkan pada teori pemahaman hukum secara legalistik-positivistis yang hanya berbasis pada peraturan tertulis belaka, maka tidak akan pernah mampu untuk menangkap hakikat akan kebenaran, keadilan dan kemanusiaan.

Usaha pembebasan dan pencerahan tersebut dapat dilakukan dengan mengubah cara kerja yang konvensional yang selama ini diwariskan oleh mazhab hukum positif dengan segala doktrin dan prosedurnya yang serba formal prosedural tersebut. Di situasi yang serba extra ordinary, dimana bangsa dan negara ini masih sulit keluar dari tekanan krisis disegala bidang kehidupan, yang mana tidak mentutup kemungkinan bangsa ini akan tambah terperosok ke jurang nestapa yang semakin dalam, dengan situasi ini tidak mustahil, hukum menjadi institusi yang banyak menuai kritik karena dianggap tidak becus untuk memberikan jawaban yang prospektif. Padahal sejak awal reformasi, hampir setiap saat lahir peraturan perundangan yang mengatur dan problematika kehidupan negeri ini, sehingga keberadaan bangsa dalam kondisi yang hiperregulated society. Akan tetapi dengan banyaknya peraturan perundangan itu, baik yang menyangkut bidang kelembagaan maupun sisi kehidupan manusia, keteraturan (order) tidak kunjung datang menghampiri. Malahan hukum kita saat ini tampak kewalahan menghadapi segala macam permasalahan hukum yang terjadi, sehingga berakibat pada bukan membaiknya kondisi penegakan hukum, akan tetapi justru memunculkan persoalan-persoalan baru ketimbang menuntaskannya.

Trik Menghadapi Mafia Hukum, Trik Minta Keringanan Hukum-Pasal 10 ayat (1) UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menentukan bahwa : “Pengadilan dilarang menolak untuk memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara yang diajukan dengan dalih bahwa hukum tidak ada atau kurang jelas, melainkan wajib untuk memeriksa dan mengadilinya”. Ketentuan pasal ini mengisyaratkan kepada hakim bahwa apabila suatu peraturan perundang-undangan belum jelas atau belum mengaturnya, hakim harus bertindak berdasarkan inisiatifnya sendiri untuk menyelesaikan perkara tersebut. Dalam hal ini hakim harus berperan untuk menentukan apa yang merupakan hukum, sekalipun peraturan perundang-undangan tidak dapat membantunya. Tindakan hakim inilah yang dinamakan penemuan hukum.

Masalah penemuan hukum dalam kaitannya dengan tugas hakim adalah muncul pada saat hakim melakukan pemeriksaan perkara hingga saat menjatuhkan putusan. Hakim dalam menjalankan tugas dan wewenangnya memeriksa, mengadili dan kemudian menjatuhkan putusan harus didasarkan pada hukum yang berlaku dan juga berdasarkan keyakinannya, bukan berdasarkan logika hukum semata.

Menurut Bagir Manan, rumusan undang-undang yang bersifat umum tidak pernah menampung secara pasti setiap peristiwa hukum. Hakimlah yang berperan menghubungkan atau menyambungkan peristiwa hukum yang konkret dengan ketentuan hukum yang abstrak.

Secara faktual, tidak dapat ditentukan metode penemuan hukum yang bagaimanakah yang dapat digunakan hakim dalam melakukan penemuan hukum yang sesuai dengan karakteristik penemuan hukum yang baik, karena dalam setiap perkara atau kasus mempunyai bentuk dan karakteristik yang berlainan atau variatif sifatnya. Sehingga hakim akan menggunakan metode penemuan hukum yang sesuai dengan kasus yang dihadapinya (case by case), apakah itu salah satu metode interpretasi hukum ataukah salah satu dari metode konstruksi hukum atau hanya berupa gabungan dari beberapa metode interpretasi hukum atau konstruksi hukum, ataukah sekaligus dari metode interpretasi hukum dan konstruksi hukum sekaligus.

Sistem peradilan umumnya diartikan sebagai keseluruhan komponen peradilan, pihak-pihak dalam proses peradilan, hirarki kelembagaan peradilan maupun aspek-aspek yang bersifat prosedural yang saling berkait sedemikian rupa, sehingga terwujud suatu keadilan hukum. Untuk mewujudkan sistem peradilan yang bersih dan bebas mafia peradilan adalah suatu kesukaran, terutama ketika tidak ada grand desain pembangunan hukum sebagai acuan pokok. Bahkan upaya mewujudkan sistem peradilan yang bersih dan dan bebas mafia peradilan akan terjebak dalam ranah perbedaan pandangan dan paham hukum. Dalam keadaan serupa itu satu-satunya kekuatan bagi penciptaan sistem peradilan yang bersih dan bebas mafia peradilan bertumpu pada hakim dalam menemukan hukum.

Penemuan hukum dilakukan untuk menutupi kekurangan dari suatu peraturan perundang-undangan dan untuk mencegah kekosongan hukum. Tugas untuk melakukan penemuan hukum, merupakan tugas yang diemban oleh hakim di dalam melakukan memutus perkara konkret. Hakim di dalam melakukan penafsiran terikat oleh teks dan tidak dapat menciptakan hukum baru, hakim hanya menggali nilai-nilai hukum dan rasa keadilan di dalam masyarakat, di dalam sistem hukum Indonesia, penemuan hukum memiliki dasar yuridisnya yang terdapat di dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2004 tentang kekuasaan kehakiman, terutama di dalam Pasal 16 ayat (1) dan (2) sebagai dasar hakim dapat melakukan penemuan hukum dan Pasal 28 ayat (1) dan (2) sebagai dasar hakim dalam menemukan hukum adalah memperhatikan aspek-aspek nilai-nilai dan keadilan di dalam masyarakat. ***

Penulis, Dede Kurniawan
Mahasiswa Pasca Sarjana Untirta


Share:

Wednesday, 27 July 2016

Buku Panduan Cara Mudah Membuat Game di Android

Buku Panduan Cara Mudah Membuat Game di Android-Buku ini merupakan buku keempat penulis setelah pada tiga buku sebelumnya penulis membahas tentang pemrograman game pada platform PC. Pada dua buku sebelumnya, penulis membahas khusus tentang pembuatan game PC menggunakan GTGE, baik dari segi konsep, teknis, sampai pada pembuatan GUI pada game. Di buku ketiga, penulis membahas tentang pemrograman game berbasis web menggunakan JavaScript dan HTML 5.
Buku Panduan Cara Mudah Membuat Game di Android
Melalui buku ini, penulis ingin mengangkat sebuah tema pemrograman game di smartphone yang cukup tren saat ini, yaitu Android. Seperti telah kita ketahui, perkembangan teknologi Android cukup pesat dan menjanjikan untuk dijadikan ladang bisnis. Salah satunya adalah bidang entertainment, khususnya game.

Karena Android memiliki basic bahasa pemrograman Java, bagi pembaca yang sudah mengenal Java pasti tidak asing dengan bahasa yang dipakai di dalam buku ini. Namun bagi yang merasa masih pemula tidak perlu khawatir. Buku ini juga ditujukan bagi pemula yang ingin bisa membuat game di platform Android. Menarik bukan!

Buku Panduan Cara Mudah Membuat Game di Android-Materi yang dibahas dalam buku ini cukup lengkap dan dapat dijadikan dasar pembuatan game di Android, meliputi:
1. Instalasi (Instalasi Java, Instalasi Eclipse, Instalasi Android, Instalasi AndEngine)
2. Objek Primitif (Line, Rectangle)
3. Font (Load Font, Stroke Font, Custom Font)
4. Texture (Load Texture, Texture Manipulation)
5. Sprite (Sprite, AnimatedSprite, SpriteBatch, RemoveSprite)
6. Background (Color Background, Repeating Background, Parallax Background)
7. Teks (Text, ChangeableText, TickerText)
8. Deteksi Input (Touch, Touch Drag, Acceleration, Analog, DigitalControl)
9. Modifier (Alpha, Move, Rotation, Path, Scale)
10. Collision (PixelPerfect, Shape Collision)
11. Audio (Music, Sound)
12. Contoh Game
Segera Dapatkan buku Kisi-kisi Paling Update SBMPTN Saintek 2016 (Edisi Lengkap 10 Tahun) ini cuma di Belbuk.com Toko Buku Online Terpercaya di indonesia.

Baca Juga: "CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM"
Share:

Tuesday, 19 July 2016

CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM

CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM- (1)Setelah menemukan buku/produk yang anda inginkan, tekan tombol Masukkan ke Troli yang berada di bawah harga.

LANGKAH PERTAMA CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM



(2) Selanjutnya akan muncul daftar buku/produk yang anda tambahkan pada halaman Troli.
Untuk menambah atau mengurangi jumlah, isikan angka sesuai yang diinginkan pada kolom Jumlah. Untuk menghapus atau membuang salah satu item, tekan tombol Hapus.
Anda boleh langsung mentransaksikannya dengan menekan tombol Transaksikan, atau menambahkan buku/produk lainnya.

LANGKAH KEDUA CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM


(3) Pada halaman Masuk anda akan diminta untuk memasukkan informasi masuk berupa alamat email dan katasandi.
Apabila anda sudah pernah berbelanja Buku Online sebelumnya, masukkan alamat email dan katasandi yang anda gunakan ketika pertama sekali mendaftar lalu tekan tombol masuk.
Apabila anda adalah Pelanggan Baru (baru pertama kali berbelanja di toko buku online terlengkap dan terpercaya ini), tekan tombol Daftar.
Langkah ketiga Halaman Transaksi (Masuk) CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM




(4) Pada halaman berikutnya anda akan diminta mengisi data yang diperlukan untuk memproses pemesanan anda. Isikan data-data yang diminta secara lengkap dan benar. Setelah anda mengisi lengkap semua data yang diminta, lalu tekan tombol Lanjut.
Data alamat email dan katasandi yang anda isikan akan menjadi informasi login (masuk) anda untuk seterusnya.

Langkah ke empat CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM


(5) Apabila troli anda telah terisi sebelumnya, maka anda akan diteruskan kehalaman Alamat Pengiriman. Pada halaman ini anda akan diminta untuk melengkapi alamat kemana paket akan dikirim. Isilah alamat yang lengkap dan benar lalu tekan tombol Lanjut.
Apabila anda sudah pernah mendaftarkan alamat, pilih salah satu alamat dengan menekan tombol Kirim ke Alamat Ini.
Langkah kelima cara mengisi alamat pengiriman pembelian/pemesanan buku secara online di Belbuk.com




(6) Pada halaman ini anda akan diminta untuk memilih metode pengiriman. Pilih salah satu metode pengiriman yang tersedia, kemudian tekan tombol Lanjut. Apabila kurir yang tersedia hanya satu pilihan, lanjutkan dengan menekan tombol Lanjut

langkah ke enam memilh metode pengiriman pembelian buku secara online di situs belbuk.com

(7) Pada halaman ini anda diminta untuk memilih metode pembayaran. Pilih salah satu metode pembayaran yang anda inginkan dengan menekan tombol Pilih. Untuk saat ini, metode pembayaran yang tersedia adalah transfer bank dan PaypalUntuk transfer bank saat ini tersedia pilihan bank BCA, Bank Mandiri, BRI dan BNINamun anda masih bisa menggunakan bank lain selain ketiga bank tersebut melalui jaringan PRIMA, ATM Bersama, kliring antar bank atau setoran tunai.
Paypal adalah alat pembayaran virtual. Bagi anda yang memiliki kartu kredit bisa menggunakan metode pembayaran ini.

Langkah ke tujuh memilih metode pembayaran untuk pemesanan/pembelian buku secara online di situs Jual buku Belbuk.com


(8) Pada halaman pratinjau, anda diminta untuk merevisi (meninjau ulang) data transaksi anda, mulai dari informasi pengiriman, jumlah pesanan dan total biaya. Anda masih boleh melakukan perubahan pada sesi ini dengan menekan untaian  pada setiap item untuk memastikan tidak ada kesalahan data pada pemesanan anda. Apabila anda telah yakin dengan semuanya, jangan lupa menekan tombol Selesaikan Pemesanan untuk mengakhiri transaksi.
langkah ke delapan pratinjau transaksi pembelian buku di situs belbuk.com jual buku online



(9) Untuk pilihan metode pembayaran transfer bank, lakukanlah pembayaran seperti yang diinstruksikan.
Apabila proses pemesanan anda telah selesai (berhasil), catat Nomor Pesanan anda. Untuk pertanyaan dan penelusuran status pesanan anda selanjutnya, harap untuk selalu menyertakan Nomor Pesanan.

langkah ke sembilan pilihan metode pembayaran transfer bank pembelian buku di situs belbuk.com jual buku online


(10) Untuk metode pembayaran transfer bank, setelah melakukan pembayaran (transfer) silahkan konfirmasikan pembayaran anda melalui halaman konfirmasi: http://www.belbuk.com.

langkah ke sepuluh konfirmasi pembayaran transfer bank pembelian buku di situs belbuk.com jual buku online, toko buku online terlengkap bebas ongkos kirim


(11) Isilah data yang diminta secara lengkap dan akurat untuk mempermudah kami melakukan pengecekan data transfer di rekening kami.
Untuk metode pembayaran Paypal, tidak perlu melakukan konfirmasi pembayaran, pesanan anda akan kami proses setelah menerima konfirmasi dari Paypal.
metode pembayaran Paypal untuk membeli buku secara online di toko buku terlengkap dan terpercaya




(12) Proses Pengiriman
belbuk.com adalah situs jual buku online terlengkap harga termurah buku original



Untuk metode pembayaran transfer bank, setelah kami berhasil mengidentifikasi pembayaran anda, proses pengiriman yang kami lakukan adalah:
- Untuk buku/produk yang berstatus ketersediaan Dikirim hari ini sebelum pukul 14.30 WIB (status ini bisa dilihat dibawah harga pada setiap halaman barang), akan kami kirim (sortir ke kurir) pada hari yang sama apabila pembayaran diterima sebelum pukul 14.30 WIB (terkonfirmasi).
- Buku/produk yang berstatus ketersediaan Dikirim 2-4 hari setelah pembayaran (status ini bisa dilihat dibawah harga pada setiap halaman barang), akan kami kirim (sortir ke kurir) 2 atau 4 hari berikutnya setelah pembayaran diterima (terkonfirmasi).
- Apabila dalam paket pesanan terdapat dua jenis ketersediaan buku/produk yang berbeda, paket akan dikirimkan bersamaan mengikuti barang yang berstatus ketersediaan pengiriman 2 atau 4 hari.

Waktu-waktu yang disebutkan diatas berlaku pada hari kerja yaitu hari Senin s/d Jumat (tidak termasuk hari libur nasional).
Contoh: Apabila anda melakukan pembayaran (terkonfirmasi) pada hari Jumat diatas pukul 14.30 wib, maka waktu pengolahan pesanan anda akan diperhitungkan pada hari Senin berikutnya.itulah penjelasan CARA PEMBELIAN/PEMESANAN BUKU SECARA ONLINE DI BELBUK.COM, Jika ana ingin mencari Buku coba di Cek di BELBUK.COM, Toko buku online terpercaya dan terlengkap. 

Toko Buku Online Belbuk.com
Share:

BUKU NOVEL My Stupid Boss (Edisi Graphic Novel) dan Sinopsis Film My Stupid Boss

BUKU NOVEL My Stupid Boss (Edisi Graphic Novel) dan Sinopsis Film My Stupid Boss
My Stupid Boss (Edisi Graphic Novel)
SINOPSIS My Stupid Boss / Cerita. Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari kembali berakting bareng dalam film terbaru berjudul “My Stupid Boss“. Berbeda dengan film “Habibie & Ainun” yang pernah mereka bintangi bersama, film “My Stupid Boss” ini bergenre komedi dengan penampilan Reza yang sangat berbeda dengan kehidupan sehari-hari.
Di film “My Stupid Boss” ini, aktor berusia 29 tahun ini dimake-over sedemikian rupa menjadi sosok bos menjengkelkan dengan perut buncit, kepala agak botak, dan juga berkumis. Sedangkan BCL akan memerankan Diana, karyawan Reza yang sebenarnya sudah tak kuat lagi bekerja di bawah aturan-aturan bosnya tersebut. Gimana, kebayang kan serunya film “My Stupid Boss” ini.

Baca Juga: Belbuk.com merupakan Toko Buku Online Terlengkap dan Terpercaya

Cerita di film “My Stupid Boss” ini diadaptasi dari sebuah novel terkenal berjudul sama karya chaos@work di bawah arahan sutradara Upi Avianto. Selain kedua artis diatas, film “My Stupid Boss” ini juga dibintangi oleh Alex Abbad, Bront Palarae, dan masih banyak lagi.
Film produksi Falcon Pictures ini rencananya akan diputar perdana pada 19 Mei 2016 mendatang. Dan kabarnya, mantan presiden RI, B.J. Habibie juga ingin menonton film “My Stupid Boss” ini karena penasaran dengan akting Reza Rahadian. Oke langsung saja kita simak Sinopsis My Stupid Boss selengkapnya.
SINOPSIS My Stupid Boss :
Film “My Stupid Boss” ini menceritakan tentang hubungan seorang karyawan wanita bernama Diana (BCL) dengan bosnya yang sering berlaku aneh. Diana tinggal di Kuala Lumpur bersama suaminya, Dika (Alex Abbad) yang memang bekerja di sana.
Suatu hari diana melamar pekerjaan di sebuah perusahaan yang kebetulan bosnya adalah teman Dika saat mereka kuliah di Amerika. Si bos menyebut dirinya Bossman (Reza Rahadian). Bossman adalah orang Indonesia yang mempunyai perusahaan di Kuala Lumpur.
Mulanya Diana berfikir karena sesama orang Indonesia, ia tidak akan menemui kesulitan, namun perkiraannya salah besar. Bossman memiliki perilaku yang aneh bin ajaib. Ia merasa selalu benar, curiga, dan tidak percaya dengan siapapun. Bicaranya pun ceplas ceplos tanpa dipikir dulu, sangat pelit, dan memiliki aturan sendiri yang sering dilanggarnya sendiri.
Karena sudah terikat kontrak kerja, Diana terpaksa harus menguatkan diri untuk bekerja dengan Bossman, kalau tidak, ia harus membayar ganti rugi sesuai masa kontrak.
Jalan satu-satunya adalah membuat Bossman kesal dan memecatnya. Dengan cara itu, justru Bossman yang harus membayar ganti rugi padanya. Perang mental pun terjadi. Siapa yang paling kuat dan bertahan, dialah pemenangnya.

BUKU NOVEL My Stupid Boss (Edisi Graphic Novel) dan Sinopsis Film My Stupid Boss-Bila udah Nonton Filmnya silahkan Baca Novel nya Juga, Bisa anda dapatkan di BELBUK.COM

Share:

Search This Blog

Popular Posts

Wikipedia

Search results

http://www.situsbelanjaonline-terpercaya.tk. Powered by Blogger.
Booking.com

Followers